RSS Feed

Keistimewaan Hukum Isim Jama’ Tidak Berakal (Jama’ Ghair ‘Aqil)

Rujukan: ملخص قواعد اللغة العربية الجزء الأول

1. Khobar[1]

Jika mubtada` berupa isim jama’ tidak berakal maka khobarnya boleh berupa mufrad mu`annats atau jama’ mu`annats. Contoh:

اَلْجِبَالُ عَالِيَةٌ / اَلْجِبَالُ عَالِيَاتٌ

اَلسَّيَّارَاتُ مُسْرِعَةٌ / اَلسَّيَّارَاتُ مُسْرِعَاتٌ

2. Na’at[2]

Jika man’ut berupa jama’ tidak berakal maka na’at hakikinya boleh berupa mufrad mu`annats atau jama’ mu`annats. Contoh:

اَلْجِبَالُ العَالِيَةُ / اَلْجِبَالُ العَالِيَاتُ

3. Dhomir[3]

Untuk jama’ tidak berakal digunakan dhomir ( هي ) dan untuk fi’ilnya ditambahkan huruf ta` ta`nits. Contoh:

اِرْتَفَعَتْ الطَّائِرَاتُ وَ هِيَ تُحَلِّقُ فَوْقَ السَّحَابِ

4. Isim isyarah[4]

Jama’ tidak berakal menggunakan isim isyarah untuk mufrad mu`annats yaitu ( هذه ) untuk kata tunjuk dekat, atau ( تلك ) untuk kata tunjuk  jauh. Jarang sekali digunakan isim isyarah ( هؤلاء )  untuk kata tunjuk dekat, atau ( أولئك ) untuk kata tunjuk jauh. Contoh:

هَذِهِ الْمَبَانِي عَالِيَةٌ وَ تِلْكَ الْمَيَادِيْنُ فَسِيْحَةٌ

5. Isim maushul[5]

Digunakan isim maushul ( ما )  atau ( التي ) untuk jama’ tidak berakal. Adapun ( ما ) juga bisa digunakan untuk mufrad atau mutsanna yang tidak berakal. Contoh:

قَرَأْتُ الْمَقَالَاتِ الَّتِي كَتَبْتَهَا / قَرَأْتُ مَا كَتَبْتَ مِنْ مَقَالَاتٍ

6. Alat syarth penjazm fi’il[6]

Untuk jama’ tidak berakal digunakan alat syarth penjazm:

  • ( ما ) dan ( مهما )

Keduanya di-i’rab menempati kedudukan rofa’ sebagai mubtada` atau menempati kedudukan nashob sebagai maf’ul bih jika fi’il syarth-nya muta’addi yang mana keduanya berfungsi sebagai objek dari fi’il syarth tersebut.

  • ( أيّ )

I’rabnya ada empat macam:

ü  di-i’rab sebagai mubtada` jika di-idhafahkan kepada isim dzat

ü  di-i’rab sebagai maf’ul fiih jika di-idhafahkan kepada isim yang menunjukkan waktu atau tempat

ü  di-i’rab sebagai maf’ul muthlaq jika di-idhafahkan kepada mashdar

ü  di-i’rab sebagai haal jika di-idhafahkan kepada isim yang menunjukkan suatu keadaan.

7. Isim istifham[7]

Untuk jama’ tidak berakal digunakan isim istifham ( ما ). Contoh:

مَا هِيَ الْقِصَاصُ الَّتِي قَرَأْتَهَا ؟


[1] Hal. 30 poin ke-2

[2] Hal. 52 poin ke-3

[3] Hal. 119 poin ke-1

[4] Hal. 123 poin alif

[5] Hal. 124 poin ke-2, hal. 125 poin ke-1, dan hal. 162 poin alif

[6] Hal. 143 dan 144

[7] Hal. 190

Advertisement

4 Responses »

  1. wuah mbak pengen ke madinah….

    Reply
  2. mba ajarin aku donk aku juga mau8 ke madinah tunggu ya mbaq syank

    Reply
  3. بسم الله الرحمن الرحيم
    Jazakillah khaira atas penyusunan risalah ini. Insya Allah bisa memudahkan pembelajar bahasa Arab untuk lebih memahami bahasa Arab. Jika diizinkan, kami ingin mengedit beberapa bagian, untuk kemudian diposting di situs badaronline.com.
    Jazakillah khaira wa zadakillah khirsan.

    –BAO–

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.