RSS Feed

Tag Archives: bahasa Arab

Masih Ada yang Lebih Wajib daripada Belajar Bahasa Arab

Sebagian di antara kita mungkin mempunyai semangat belajar bahasa Arab yang tinggi. Ada yang ikut ma’had bahasa Arab ini, ma’had bahasa Arab itu, kursus bahasa Arab di lembaga X, kuliah di jurusan Sastra Arab, bahkan mendatangkan ustadz ke rumahnya untuk mengajari bahasa Arab. Belajar kitab-kitab nahwu dan sharaf; belajar muhadatsah pakai kitab DLA, ABY, dan kitab-kitab muhadatsah yang lain; belajar meng-i’rab, belajar baca kitab, dan berbagai macam bentuk belajar bahasa Arab lainnya pun ditekuninya dengan berapi-api.

Ketika kitab nahwu X sudah selesai dipelajari, dia ingin belajar kitab nahwu Y. Ketika dia sudah menguasai kitab muhadatsah A, ingin pula dia menguasai kitab muhadatsah B. Bahkan kitab-kitab pelajaran bahasa Arab yang sudah dipelajarinya pun hendak dia ulang-ulang lagi sampai nglothok (baca: di luar kepala). Demikian seterusnya, tiada hari tanpa belajar bahasa Arab hingga dia ingin menjadi seorang yang ahli dalam bahasa Arab; pintar nahwu dan sharaf, bisa baca kitab, menguasai muhadatsah, dan sebagainya. Read the rest of this entry

Advertisements

Pasangan yang Unik

Pasangan ini berpisah jika sedang berkumpul, tetapi berkumpul jika sedang berpisah.

Mereka adalah dua Read the rest of this entry

Keistimewaan Hukum Isim Jama’ Tidak Berakal (Jama’ Ghair ‘Aqil)

Rujukan: ملخص قواعد اللغة العربية الجزء الأول

1. Khobar[1]

Jika mubtada` berupa isim jama’ tidak berakal maka khobarnya boleh berupa mufrad mu`annats atau jama’ mu`annats. Contoh:

اَلْجِبَالُ عَالِيَةٌ / اَلْجِبَالُ عَالِيَاتٌ

اَلسَّيَّارَاتُ مُسْرِعَةٌ / اَلسَّيَّارَاتُ مُسْرِعَاتٌ Read the rest of this entry

Karena Kita Belum Tahu Siapa Jodoh Kita Nanti…

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

Bisa bahasa Arab dan bisa baca kitab. Sedikit “membuka kartu”, itulah kriteria calon suami yang dicari sebagian besar akhowat ngaji. Bisa dikatakan, kriteria tersebut masuk dalam peringkat lima besar bahkan tiga besar dari jajaran kriteria calon suami dalam CV yang diajukan oleh akhowat ketika hendak mencari pendamping hidup. Read the rest of this entry

MENILIK MAKNA YANG BENAR DARI “LAA ILAAHA ILLALLAH” DENGAN KAIDAH BAHASA ARAB[1]

Sebagaimana masyhur di kalangan masyarakat muslim Indonesia, bahwa kalimat tauhid laa ilaaha illallah (لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ) diartikan dengan “tiada Tuhan selain Allah”. Namun, benarkah terjemahan kalimat tauhid tersebut?

Pembaca yang semoga Allah Ta’ala merahmati Anda, tentunya kita tahu bahwa kalimat tauhid tersebut adalah kalimat dalam bahasa Arab. Ketahuilah, pemahaman yang benar tentang kalimat laa ilaaha illallah tergantung pada benarnya pemahaman kita terhadap asal kalimat ini yaitu dari sisi bahasa Arab. Oleh karena itu, jika kita ingin mengetahui terjemahan dan makna yang benar dari kalimat tersebut, Read the rest of this entry